Entity
Relationship Diagram
Rabu, 26 September 2012
Pertemuan ke-3 Entity Relationship Diagram
Minggu, 16 September 2012
Arsitektur Basis Data dan Data Base Management System ( DBMS )
Pengertian Data dan Informasi :
- Data adalah fakta mentah yang belum di olah untuk mempunyai makna
- Informasi adalah hasil dari pemrosesan data yang sudah mempunyai informasi yang bermakna.
- Himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang di organisasi sedemikian rupa sehinggga kelak dapat di manfaatkan dengan cepat dan mudah.
- Kumpulan data yang saling berhubungaqn yang di simpan bersama sedemikian rupaq tanpa pengulangan ( redondancy ) yang tidak perlu untuk memenuhi kebutuhan.
- Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang di simpan.
Tujuan
basis Data :
- Kecepatan dan kemudahan (speed).
- Efisiensi ruang penyimpanan.
- Kebersamaan pemakai.
- Menangani data dalam jumlah yang besar
- Meniadakan duplikasi dan inkonsistensi data
- Keamanan.
Komponen Basis Data :
- Hardware. hardware disini sangat dibutuhkan. Karena tanpa adanya hardware semua software yang diperlukan untuk membuat database tidak bisa terinstal. Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media komunikasi untuk sistem jaringan.
- OS ( Operating System ), Operating system merupakan perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan seluruh sumber daya dan melakukan operasi dasar dalam sistem komputer. Operating system yang digunakan juga harus sesuai dengan DBMS yang digunakan.
- Database, Database yakni basis data yang mewakili sistem tertentu untuk dikelola. Sebuah sistem basis data bisa terdiri dari lebih dari satu basis data.
- DBMS, Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data. Contoh kelas sederhana: dBase, Foxbase, Rbase, MS. Access, MS. Foxpro, Borland Paradox. Contoh kelas kompleks: Borland-Interbase, MS. SQL Server, Oracle, Informix, Sybase
- User. User merupakan orang-orang yang berinteraksi dengan sistem basis data, mulai dari yang menciptakan atau membuat sistem basis data dan yang menggunakan sistem basis data tersebut.
- Application. Berbagai macam software dan aplikasi yang bisa digunakan dalam pembuatan sistem basis data, misalnya MySQL, Oracle dan lain-lain
Arsitektur Basis Data :
- Stand alone, DBMS, Basis Data, aplikasi data yang di tempatkan pada komputer yang sama, hanya bisa di pakai oleh satu pemakai.
- Sistem terpusat, terdiri dari sejumlah server dan sejumlah terminal.
- Sistem Client Server, untuk mengatasi kelemahan pada sistem terpusat.
Data Base Management System ( DBMS )
- Kumpulan data yang memungkinkan pengguna (user) untuk membuat dan memilhara basis data.
- Merupakan basis data dan set perangkat lunak ( software ) untuk mengelola basis data.
- Suatu program komputer yang di gunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi dan memperoleh data informasi.
Selasa, 11 September 2012
Sistem Basis Data
Pengertian Tentang Basis Data
Basis data
sendiri dapat di definisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti : Himpunan kelompok data /
arsip yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak
dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat & mudah. Kumpulan data yang saling
berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan/
penumpukan (redundansi), untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Kumpulan file/ tabel /arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
Kumpulan file/ tabel /arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
Tujuan
dibangunnya basis data adalah sebagai berikut :
§ Kecepatan & kemudahan
(speed)
Dgn
memanfaatkan basis data, memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau
melakukan perubahan/ manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data
tersebut secara lebih cepat & mudah.
§ Efisiensi ruang
penyimpanan (space)
Karena
keterkaitan yang erat antara kelompok data dalam sebuah basisdata,maka
redundansi (pengulangan) pasti akan selalu ada, sehingga akan memperbesar ruang
penyimpanan. Dengan basisdata, efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan
dengan menerapkan sejumlah pengkodean, atau dengan membuat relasi-relasi antar
kelompok data yang saling berhubungan.
§ Keakuratan (accuracy)
Pengkodean
atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan
(constraint), dmain data, keunikan
data, dsb, yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat
berguna untuk menekan ketidak akuratan penyimpanan data.
§ Ketersediaan (availability)
Dengan
pemanfaatan jaringan komputer, maka data yang berada di suatu lokasi/cabang
dapat juga diakses (tersedia/available) bagi lokasi/cabang lain.
§ Kelengkapan (completeness)
Kelengkapan
data yang disimpan dalam sebuah database bersifat relatif, bisa jadi saat ini
dianggap sudah lengkap, tetapi belum tentu pada suatu saat dianggap lengkap.
Untuk mengakomodasi kelengkapan data, seperti
§ Keamanan (security)
aspek keamanan
dapat diterapkan dengan ketat, dengan begitu kita dapat menentukan pemakai
basis data serta obyek-obyek didalamnya ,serta jenis-jenis operasi apa saja
yang boleh dilakukannya.
§ Kebersamaan pemakaian (sharability)
Basis data
yang dikelola dengan aplikasi multi user dapat memenuhi kebutuhan ini.
Langganan:
Komentar (Atom)